Schumacher (21) warga Hamburg, seorang pecinta Hitler sejati. Dia pun coba bereksperimen ala para dokter psiko di era kejayaan sang fuhrer. Tiga orang pria dewasa diculik dan dibawa ke rumah tua model kastil di utara Hamburg. Di rumah itu kedua tangan dan kakinya diborgol dan dimasukkan dalam ruangan 5x5 yang berderet tiga. Masing-masing ruang diberi label. Ruang 1: "Pemain Perempuan". Ruang 2: "Pemabuk Berat". Ruang 3: "Perokok Berat".
Schumy (begitu dia biasa disapa) mencoba melakukan komparasi kebiasaan buruk manusia. Kebiasaan buruk mana (main perempuan, mabuk dan perokok) yang paling berbahaya. Ketiga sampel (korban yang diculik), masing-masing di-drop secara kontinyu apa saja yang mereka minta selama 6 bulan. Kamar berlabel "Pemain Perempuan" tiap hari dimasukin perempuan cantik. Yang "Pemabuk" dikasih minuman keras tiap hari. Sementara yang pemadat disuplai rokok berkardus-kardus, tiap hari.
Sampailah pada hari pembuktian eksperimen Schumy. Gembok kamar "Pemain Perempuan" pun dibuka, dan keluarlah si playboy sambil merangkak dan menyeret kaki, sesekali memegang lutut sambil mengerang sakit. Baru tiga seret dari pintu kamar, ambruklah dia dan langsung meninggal. Giliran gembok kamar "Pemabuk Berat" dibuka. Begitu terbuka dia pun bergegas keluar kamar agak bengong dengan perut yang terlihat membucit. Tiba-tiba ambruklah dia dan tak sadarkan diri, sesaat kemudian tewas.
Kini giliran kamar sang pemadat rokok dibuka. Baru setengah pintu dibuka dia loncat dan langsung menempeleng Schumy. "Tega banget lu ya, enam bulan aku nggak ngerokok, jing!" kata pemadat itu setengah teriak. "Emang kenapa?" jawab Schumy sante.
"Anjritttttttttt!, enam bulan gue nangis berharap dikasih korek api..begooooo! Gila! 6 bulan rokoknya cuma aku pelintir dijari gara-gara nggak dikasih korek. Rokok melulu yang disuplai...Uhh mampussss dah.
Jadi ngaco aja, yang bilang rokok itu mematikan!
